Peradangan atau inflamasi adalah bagian penting dari sistem kekebalan tubuh kita. Itu adalah respons alami tubuh untuk melindungi diri dari cedera atau infeksi. Namun, ketika peradangan menjadi kronis atau tidak terkendali, ia justru dapat merugikan dan berkontribusi pada berbagai penyakit, termasuk kondisi bronkial inflamasi kronis.
Banyak orang mencari solusi herbal untuk membantu mengelola gejala peradangan, terutama yang terkait dengan saluran napas. Salah satu tanaman yang paling banyak diteliti untuk ini adalah Daun Ivy (Hedera helix).
Artikel ini akan membahas bukti ilmiah di balik efektivitas daun ivy sebagai agen antiinflamasi (anti-radang), berdasarkan temuan dari beberapa jurnal penelitian.
Apa Itu Inflamasi di Saluran Napas?
Inflamasi adalah respons protektif. Saat Anda mengalami infeksi saluran napas (seperti flu atau bronkitis), sistem kekebalan Anda mengirimkan sel-sel imun ke area tersebut. Proses ini menyebabkan pembengkakan, kemerahan, dan produksi lendir (dahak) yang berlebihan. Ini adalah cara tubuh Anda melawan infeksi.
Namun, pada kondisi kronis seperti asma atau bronkitis kronis, peradangan ini bisa terus terjadi. Peradangan yang menetap inilah yang menyebabkan gejala batuk terus-menerus dan sesak napas. Oleh karena itu, mengurangi peradangan adalah kunci untuk mengelola kondisi ini.
Mengenal Daun Ivy (Hedera helix)
Daun Ivy (Hedera helix) adalah tanaman rambat kayu yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional. Saat ini, ekstrak kering daun ivy, seperti EA 575, digunakan secara luas untuk meredakan gejala yang berkaitan dengan penyakit saluran napas bawah yang disertai batuk berdahak.
Meskipun dikenal karena sifatnya sebagai ekspektoran (membantu mengeluarkan dahak) , penelitian modern semakin fokus pada khasiat antiinflamasinya.
Penelitian menggunakan High-Pressure Liquid Chromatography (HPLC) telah mengidentifikasi banyak senyawa aktif dalam ekstrak daun ivy, terutama senyawa hederasaponins dan flavonoid. Beberapa senyawa yang berhasil diidentifikasi yang diduga berkontribusi pada aktivitasnya termasuk α-hederin, rutin, isoquercitrin, dan phenol carboxylic acids.
Bagaimana Daun Ivy Melawan Inflamasi?
Penelitian ilmiah telah mengungkap beberapa cara spesifik ekstrak daun ivy bekerja untuk mengurangi peradangan di tingkat seluler.
1. Menghambat "Saklar Utama" Inflamasi (NFKB)
Bayangkan peradangan di dalam sel Anda memiliki "saklar" utama. Saklar ini disebut NFKB (Nuclear Factor kappa B).
-
Saat Normal: NFKB berada di luar inti sel dalam keadaan "terkunci" dan tidak aktif.
-
Saat Inflamasi: Ketika sel dirangsang oleh pemicu inflamasi (seperti infeksi atau iritasi), NFKB "terbuka", bergerak masuk ke inti sel, dan menyalakan gen-gen yang memproduksi peradangan.
Sebuah studi tahun 2019 (Schulte-Michels et al.) meneliti ekstrak daun ivy kering EA 575. Hasilnya menunjukkan bahwa ekstrak daun ivy secara signifikan menghambat aktivitas NFKB.
Ekstrak ini bekerja dengan menstabilkan "kuncian" (kompleks NFKB:IkBa) , sehingga NFKB tetap tidak aktif dan tidak dapat masuk ke inti sel untuk memulai respons peradangan. Efek ini terbukti pada sel epitel paru-paru manusia (A549).
2. Menekan Produksi "Pesan" Inflamasi (Interleukin-6)
Saat peradangan aktif, sel-sel imun melepaskan "pesan" kimia untuk memanggil lebih banyak bantuan. Pesan ini disebut sitokin pro-inflamasi. Salah satu sitokin yang paling penting adalah Interleukin-6 (IL-6). IL-6 inilah yang berkontribusi pada demam dan respons peradangan akut.
Sebuah studi tahun 2025 (Qabaha et al.) menguji ekstrak etanol daun ivy pada sel darah putih manusia yang dipicu untuk mengalami peradangan hebat menggunakan lipopolysaccharide (LPS), sebuah endotoksin bakteri.
Hasilnya sangat jelas: ekstrak daun ivy menunjukkan sifat antiinflamasi yang signifikan dengan menekan ekspresi gen IL-6. Saat sel darah putih yang meradang diobati dengan ekstrak daun ivy, produksi IL-6 turun drastis, menunjukkan kemampuan ekstrak tersebut untuk "menenangkan" respons imun yang berlebihan.
3. Mengurangi Pembengkakan Fisik (Studi Model)
Selain bukti di tingkat sel, penelitian pada model hewan juga mendukung temuan ini. Sebuah studi (Rai, 2013) menguji ekstrak etanol Hedera helix pada tikus yang mengalami pembengkakan (oedema) pada kaki sebuah model yang sering digunakan karena mirip dengan radang sendi (arthritis) pada manusia.
Hasilnya menunjukkan bahwa ekstrak daun ivy memiliki aktivitas antiinflamasi yang kuat. Pemberian ekstrak dengan dosis 7.5 ml/kg menunjukkan inhibisi (pengurangan) pembengkakan sebesar 88,89%, angka yang mendekati obat antiinflamasi standar (diclofenac) sebesar 94,44%.
Lebih lanjut, pada hewan yang sudah menunjukkan gejala radang sendi, pengobatan harian dengan ekstrak daun ivy selama 7 hari menunjukkan peningkatan yang nyata pada pembengkakan dan menurunkan penanda inflamasi dalam darah (ESR).
Mengapa Ini Penting untuk Batuk Anda?
Kumpulan bukti ilmiah ini menunjukkan bahwa ekstrak daun ivy bekerja lebih dari sekadar pengencer dahak. Ekstrak ini memiliki mekanisme antiinflamasi yang terukur:
-
Menenangkan di Sumber: Dengan menghambat NFKB, ekstrak daun ivy membantu menghentikan peradangan sebelum dimulai.
-
Mengurangi "Pesan" Radang: Dengan menekan IL-6, ekstrak ini membantu mengurangi respons peradangan akut.
-
Mengurangi Gejala Fisik: Dengan mengurangi pembengkakan dan peradangan, seperti yang ditunjukkan pada model studi, ekstrak ini membantu meredakan gejala fisik yang menyertai peradangan.
Inilah mengapa ekstrak daun ivy, seperti yang terkandung dalam sirup obat batuk Prospan, menjadi pilihan yang didukung sains. Prospan tidak hanya membantu mengencerkan dan mengeluarkan dahak , tetapi juga membantu meredakan peradangan di saluran napas, memberikan pendekatan ganda untuk mengatasi batuk berdahak yang disertai inflamasi.
Kesimpulan
Berdasarkan tinjauan berbagai studi ilmiah, ekstrak daun ivy (Hedera helix) terbukti memiliki efek antiinflamasi yang nyata dan terukur. Khasiat ini bukan hanya berdasarkan penggunaan tradisional, tetapi didukung oleh penelitian molekuler modern.
Ekstrak daun ivy bekerja dengan menargetkan jalur peradangan utama di dalam sel, seperti NFKB dan IL-6. Kemampuannya untuk mengurangi peradangan mendukung penggunaannya dalam membantu meredakan gejala yang terkait dengan kondisi bronkial inflamasi kronis dan akut.
Meskipun demikian, jika Anda mengalami batuk yang parah, berkepanjangan, atau disertai demam tinggi, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.
Tentu, berikut adalah daftar rujukan ilmiah yang digunakan sebagai sumber untuk penulisan artikel di atas:
Daftar Rujukan
-
Qabaha, K., Abbadi, J., & Al-Rimawi, F. (2025). Molecular insights into the anti-inflammatory efficacy and HPLC analysis of hedera helix leaf extract. African Health Sciences, 25(2), 330-342.
-
Rai, A. (2013). The Antiinflammatory and Antiarthritic Properties of Ethanol Extract of Hedera helix. Indian Journal of Pharmaceutical Sciences, 75(1), 99-102.
-
Schulte-Michels, J., Keksel, C., Häberlein, H., & Franken, S. (2019). Anti-inflammatory effects of ivy leaves dry extract: influence on transcriptional activity of NFKB. Inflammopharmacology, 27, 339-347.