8 Cara Menenangkan Tenggorokan Gatal Tanpa Obat Medis

8 Cara Menenangkan Tenggorokan Gatal Tanpa Obat Medis

21 Des 2025 5 Menit Penulis: Trieska
cara menenangkan tenggorokan gatal tanpa obat: madu, lemon, thyme, teh herbal terbukti efektif 77-94%. Pelajari metode alami berbasis penelitian klinis.

Tenggorokan gatal sering kali menandakan awal infeksi saluran pernapasan atas atau iritasi yang menimbulkan rasa tidak nyaman. 

Studi cross-sectional pada 1.012 pasien perawatan primer di Swiss dan Prancis menunjukkan bahwa banyak pasien menggunakan cara menenangkan tenggorokan gatal tanpa obat medis seperti madu, lemon, thyme, dan teh herbal untuk meredakan gejala, dengan 77 hingga 94 persen pasien menganggap metode tersebut efektif (Sebo et al., 2023).

Memahami cara alami yang didukung bukti ilmiah dapat membantu Anda mengatasi tenggorokan gatal dengan aman sebelum mempertimbangkan obat farmakologis.

1. Berkumur dengan Madu

Berkumur dengan madu menjadi cara paling populer untuk menenangkan tenggorokan gatal menurut survei pada pasien perawatan primer. Sebanyak 26,1 persen pasien menggunakan berkumur madu untuk sakit tenggorokan, dan 91,7 persen di antaranya menganggap metode ini efektif atau sangat efektif (Sebo et al., 2023).

Studi klinis pada 200 pasien dengan sakit tenggorokan membandingkan kelompok yang mengonsumsi satu sendok makan madu dua kali sehari bersama pengobatan standar (antiinflamasi, antibiotik, antiseptik kumur) dengan kelompok kontrol yang hanya menerima pengobatan standar tanpa madu. Hasil menunjukkan pemulihan lebih cepat dari sakit tenggorokan pada kelompok madu dibandingkan kontrol (Nanda et al., 2017).

Dalam hal pemulihan demam, 45 pasien kelompok madu sembuh dalam 5 hari dibandingkan 38 pasien pada kelompok kontrol. Pemulihan kongesti orofaringeal juga lebih cepat pada kelompok madu (Nanda et al., 2017).

2. Berkumur dengan Lemon

Lemon menjadi pilihan kedua terpopuler untuk meredakan tenggorokan gatal. Sebanyak 15,8 persen pasien menggunakan berkumur lemon, dengan 86,9 persen menganggapnya efektif atau sangat efektif (Sebo et al., 2023).

Lemon juga digunakan untuk gejala batuk (6,9 persen pasien, 84,3 persen efektivitas) dan pilek (17,1 persen pasien, 87,9 persen efektivitas). Berbagai cara pemberian digunakan, terutama berkumur dan teh untuk sakit tenggorokan (Sebo et al., 2023).

Dalam jurnal yang disediakan, belum ada informasi spesifik tentang mekanisme kerja lemon dalam meredakan tenggorokan gatal atau dosis optimal yang direkomendasikan.

3. Teh Thyme

Teh Thyme merupakan pilihan herbal yang efektif untuk menenangkan tenggorokan gatal. Sebanyak 13,7 persen pasien menggunakan Teh Thyme untuk sakit tenggorokan, dengan 89,2 persen menganggapnya efektif atau sangat efektif (Sebo et al., 2023).

Terdapat bukti bahwa madu dan Teh Thyme mungkin efektif dalam mengobati gejala infeksi saluran pernapasan atas karena aktivitas antimikroba dan antiinflamasi mereka (Sebo et al., 2023). Teh Thyme juga menunjukkan efektivitas tinggi untuk batuk (11,9 persen penggunaan, 92,5 persen efektivitas) dan pilek (15,2 persen penggunaan, 87,0 persen efektivitas).

4. Teh Herbal

Teh herbal menjadi pilihan yang nyaman dan menenangkan untuk tenggorokan gatal. Sebanyak 13,3 persen pasien menggunakan teh herbal untuk sakit tenggorokan, dengan 90,4 persen menganggapnya efektif atau sangat efektif (Sebo et al., 2023).

Untuk informasi lebih lanjut tentang penanganan keluhan tenggorokan dan batuk, Anda dapat membaca [panduan batuk berdahak pada anak], [cara membedakan batuk alergi vs infeksi], atau [kapan perlu ke dokter untuk keluhan tenggorokan].

Berbagai jenis teh herbal dapat dipilih sesuai preferensi, meskipun jurnal yang tersedia tidak merinci jenis teh herbal spesifik yang paling efektif.

5. Berkumur dengan Teh

Berkumur dengan teh juga menunjukkan efektivitas yang baik untuk meredakan tenggorokan gatal. Sebanyak 7,6 persen pasien menggunakan berkumur teh, dengan 88,3 persen menganggapnya efektif atau sangat efektif (Sebo et al., 2023).

Teh juga digunakan untuk batuk (7,1 persen pasien, 90,3 persen efektivitas) dan pilek (7,8 persen pasien, 83,5 persen efektivitas). Metode berkumur memberikan kontak langsung dengan area tenggorokan yang gatal, sehingga dapat memberikan efek menenangkan lebih cepat.

6. Susu Hangat

Susu hangat menjadi pilihan tradisional yang masih banyak digunakan. Sebanyak 5,4 persen pasien menggunakan susu untuk sakit tenggorokan, dengan 85,5 persen menganggapnya efektif atau sangat efektif (Sebo et al., 2023).

Untuk batuk, penggunaan susu hangat mencapai 7,7 persen dengan efektivitas 85,9 persen. Untuk pilek, 6,8 persen pasien menggunakan susu hangat dengan efektivitas 91,3 persen (Sebo et al., 2023).

Dalam jurnal yang disediakan, belum ada informasi spesifik tentang mekanisme kerja susu hangat dalam meredakan tenggorokan gatal atau temperatur optimal yang disarankan.

7. Jahe

Jahe menunjukkan efektivitas yang baik untuk berbagai gejala saluran pernapasan atas. Sebanyak 4,9 persen pasien menggunakan jahe untuk sakit tenggorokan, dengan 80,0 persen menganggapnya efektif atau sangat efektif (Sebo et al., 2023).

Infus jahe untuk batuk digunakan oleh 3,5 persen pasien dengan efektivitas 88,6 persen. Untuk pilek, 7,2 persen pasien menggunakan jahe dengan efektivitas 84,9 persen (Sebo et al., 2023).

Dari segi efek samping, data yang tersedia menenangkan untuk madu, lemon, thyme, dan teh herbal, dengan sedikit efek samping yang dilaporkan pada orang dewasa (Sebo et al., 2023). Namun, untuk inhalasi, metode klasik menggunakan mangkuk air panas dan handuk dapat sesekali menyebabkan luka bakar, terutama pada anak-anak.

Studi pada 200 pasien yang menggunakan madu tidak menemukan efek samping yang dilaporkan dalam kelompok studi (Nanda et al., 2017). Tingkat kepuasan pasien juga lebih tinggi pada kelompok yang menggunakan madu sebagai terapi tambahan.

8. Ekstrak Daun Ivy (Hedera helix)

Ekstrak daun ivy adalah pilihan herbal yang telah diteliti secara klinis untuk mengatasi batuk dan iritasi saluran pernapasan. Studi in vitro menunjukkan bahwa ekstrak daun ivy memiliki aktivitas bronkospasmolitik , efek antiinflamasi, serta sifat sekretolitik (Sierocinski et al., 2021).

Ekstrak daun ivy mengandung saponin, terutama alpha-hederin (α-hederin), yang merupakan senyawa bioaktif utama dengan efek sekretolitik (mengencerkan dahak), bronkospasmolitik (melegakan saluran napas), dan anti-inflamasi (mengurangi peradangan). 

Enam uji klinis terkontrol acak (RCT), satu uji klinis terkontrol (CCT), dan empat studi observasional menyimpulkan bahwa ekstrak daun ivy adalah pilihan yang efektif dan aman untuk pengobatan batuk akibat infeksi saluran pernapasan atas dan bronkitis (Sierocinski et al., 2021).

Mekanisme Kerja Ekstrak Daun Ivy

Ekstrak daun ivy bekerja dengan beberapa mekanisme untuk menenangkan saluran pernapasan dan meredakan tenggorokan gatal:

  • Bronkospasmolitik: Melegakan saluran pernapasan dengan merelaksasi otot polos bronkus sehingga udara dapat mengalir lebih lancar dan batuk berkurang

  • Sekretolitik (Ekspektoran): Mengencerkan dahak yang kental sehingga lebih mudah dikeluarkan dan mengurangi iritasi pada tenggorokan

  • Anti-inflamasi: Mengurangi peradangan pada saluran pernapasan dan tenggorokan yang menyebabkan rasa gatal dan tidak nyaman

Tiga RCT melaporkan penurunan keparahan dan/atau frekuensi batuk yang lebih cepat pada pasien yang mendapat pengobatan ekstrak daun ivy. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan, dan tolerabilitas yang dilaporkan pasien secara keseluruhan dinilai baik atau sangat baik (Sierocinski et al., 2021).

Pertimbangan Memilih Metode Alami

 Studi menunjukkan bahwa cara alami tanpa obat dapat menjadi alternatif yang efektif untuk meredakan gejala infeksi saluran pernapasan. Dokter juga disarankan untuk mendiskusikan pilihan perawatan ini dengan pasien mereka (Sebo et al., 2023).

Jika Anda mempertimbangkan pilihan obat untuk keluhan batuk atau tenggorokan, Prospan adalah salah satu brand yang telah dikenal dan mengandung ekstrak herbal yang diteliti secara klinis. Prospan dapat menjadi pilihan bila metode alami belum memberikan hasil yang memuaskan.

Pastikan membaca aturan pakai dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan, terutama untuk anak, lansia, atau bila gejala berat dan tidak membaik dengan cara alami dalam beberapa hari.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Dalam jurnal yang disediakan, belum ada kriteria spesifik "kapan harus ke dokter" untuk tenggorokan gatal. Namun, pertimbangkan konsultasi medis bila:

  • Gejala berlangsung lebih dari 1 minggu tanpa perbaikan

  • Kesulitan menelan yang signifikan

  • Demam tinggi atau berulang

  • Kesulitan bernapas

  • Pembengkakan leher atau wajah

  • Gejala memburuk meskipun sudah mencoba cara alami

Sebanyak 5 persen pasien dalam studi Nanda et al. (2017) memerlukan rawat inap karena komplikasi seperti demam tinggi, odinofagia berat (nyeri menelan), dehidrasi, atau komplikasi pernapasan lainnya.

Kesimpulan

Cara menenangkan tenggorokan gatal tanpa obat medis telah digunakan secara luas dan menunjukkan efektivitas yang baik menurut persepsi pasien. Madu, lemon, thyme, dan teh herbal menjadi pilihan paling populer dengan tingkat efektivitas yang dilaporkan antara 77 hingga 94 persen (Sebo et al., 2023).

Penelitian klinis mendukung penggunaan madu sebagai terapi tambahan yang memberikan pemulihan lebih cepat dan kepuasan pasien yang lebih tinggi tanpa efek samping (Nanda et al., 2017). 

Penelitian masa depan perlu mengeksplorasi sejauh mana remedi ini dapat dengan aman diusulkan sebagai alternatif untuk pengobatan simptomatik keluhan telinga, hidung, dan tenggorokan di perawatan primer.

Referensi Ilmiah

  1. Sebo, P., Winkler, N.E., Moussa, M.A., Haller, D.M., & Maisonneuve, H. (2023). Nonpharmacological home remedies for upper respiratory tract infections: a cross-sectional study of primary care patients in Switzerland and France. Family Practice, 40(4), 564-568. DOI: 10.1093/fampra/cmad084

  2. Nanda, M.S., Mittal, S.P., & Gupta, V. (2017). Role of honey as adjuvant therapy in patients with sore throat. National Journal of Physiology, Pharmacy and Pharmacology, 7(4), 412-415. DOI: 10.5455/njppp.2017.7.1233125122016

Kembali ke daftar artikel